Ads 468x60px

Sabtu, 28 November 2009

Iedul Adha 1430 H


Penyerahan hewan kurban oleh Kepala Sekolah (H. Eddy Setiady, S.Pd.) dan Ketua Komite Sekolah (M. Suratman Pr.)



Para siswa penerima daging kurban



Penyembelihan dilakukan oleh Ustad Dahlan dan Abah Kamsir
(eeh... malah tertawa di atas penderitaan sang domba sih?)



Pembagian daging kurban oleh Ustad Dahlan dan Pak Hafiz

Minggu, 22 November 2009

Work Shop KTSP SMPN 1 Tambakdahan


Workshop KTSP SMP Negeri 1 Tambakdahan dilaksanakan pada tanggal 20, 21, dan 22 Nopember 2010



Dari kiri ke kanan: Ketua komite Sekolah (M. Suratman Pr.), Kabid Dikmenjur Disdik Kab, Subang (H. Deden Heryana), Pengawas (H. Mei), Kepala SMPN 1 Tambakdahan (H. Eddy Setiady)



Kelompok Mata pelajaran IPA (Tatang Sahrudi, S.Pd., Siti Nuramanah, S.Pd., dan Casti Aini Ekawati, A.Md.)



Kelompok Mata Pelajaran Seni Budaya (Dedi Wahyudin, S.Sos dan Lilis Lasmini, A.Ma.Pd)



Kelompok Mapel Penjaskes (Dudung Juhaeni, S.Pd., Winanta NS, S.Pd., dan Hafiz, S.Pd.)



Kelompok Mapel Bahasa Sunda (N. Baety Nurhidayah, S.Pd.I, dan Otih Solihat, SE)



Kelompok Mapel PKn (Susi Oktavira, S.Pd. dan Chandra Herdiati, S.Pd.)



Kelompok Mapel PLH (Neneng Aelia, S.Pd. dan Rahmat Kurniawan, S.Pd.)



Kelompok Mapel Matematika (Wiwi Wiyanti, S.Pd., Guruh Sabar G, S.Pd., dan Euis Kurniawati, S.Pd.)



Kelompok Mapel Bahasa Indonesia (Watim Subekti, S.Pd. dan Titi Warniti, S.Pd.)

Rabu, 30 September 2009

Halal Bil Halal 1430 H

Hari pertama masuk sekolah pasca libur Idul Fitri yaitu hari Rabu tanggal 30 September 2009, seluruh warga SMPN 1 Tambakdahan mengadakan acara halal bil halal. Taqabbalallohu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum, minnal aidin wal faidzin.


Minggu, 09 Agustus 2009

RPP Matematika Berbasis TIK

Beberapa contoh RPP mata pelajaran matematika berbasis TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) silahkan anda download. Semoga bermanfaat.
  1. RPP Bilangan Bulat, download di sini.
  2. RPP Menduplikasi Sudut, download di sini.
  3. RPP Melukis Garis Tinggi Segitiga, download di sini.
  4. RPP Pythagoras, download di sini.

Kamis, 11 Juni 2009

Kejahatan Dibalas Kejahatan

Oleh: Dra. Oris Sarinah

Perbuatan jahat pada jaman sekarang sangat mudah ditemukan, mulai dari lingkungan rumah, lingkungan sekolah apalagi di tempat-tempat umum. Bukan tidak mungkin kalau berbuat jahat merupakan hoby sebagian orang, entah karena secara tidak sengaja maupun sengaja dibentuk oleh lingkungan keluarga, lingkungan tempat bermain atau lingkungan masyarakat. Lalu siapa yang harus bertanggung jawab dengan keadaan ini?

Yang sangat memprihatinkan, perbuatan jahat tidak hanya dilakukan oleh orang yang benar-benar punya predikat “Penjahat”, tetapi mulai dari warga biasa, usahawan, ilmuwan sampai negarawan banyak yang tergiur melakukan kejahatan, gejala apakah ini?
Ketika warga biasa melakukan kejahatan, dampaknya mungkin tidak luar biasa, tetapi apabila kejahatan dilakukan oleh usahawan, ilmuwan atau negarawan maka dampaknya akan terasa luar biasa dan dirasakan bukan hanya oleh sebagian orang tetapi bisa jadi oleh banyak orang atau malah semua orang.

Kalau sudah sampai seperti ini apa yang harus dibenahi, perangkat hukum atau mental manusianya?

Sebagai warga biasa tentu tidak bisa membenahi perangkat hukum, tidak akan bisa membuat atau merubah undang-undang, tetapi sebagai warga masyarakat, kiat punya kesempatan untuk memperbaiki mental yang mulai lembek seperti tahu. Sebagai orang yang beriman kita harus yakin perbuatan jahat akan dibalas oleh kejahatan yang setimpal seperti dalam firman Allah SWT:
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas tanggungan Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim.” (QS. Asy-Syuura: 40)
“Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan mendapat balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari azab Allah. Seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah penghuni neraka mereka kekal di dalamnya.” (QS. Yunus: 27)

Astaghfirullahaladzhim, seringkali kita tidak sadar telah melakukan kejahatan. Seringkali lupa kalau kita telah mendzhalimi orang-orang di sekitar kita. Dan ketika balasan kejahatan dari apa yang telah kita lakukan kembali kepada diri kita, seringkali kita menyalahkan Allah, menyalahkan nasib, dan menyalahkan orang-orang di sekitar kita. Kita jarang menyadari kalau kemalangan yang kita dapatkan adalah upah dari perbuatan jahat kita.

Masih punya nyalikah kita berbuat jahat? Setelah tahu azab apa yang akan Allah berikan terhadap perbuatan kita? Masih pelitkah kita berbuat baik terhadap orang-orang di sekeliling kita? Atau masih gengsikah kita untuk meminta maaf kepada orang lain ketika kita sadar telah berbuat dzhalim kepada orang lain? Padahal kita tahu Allah tidak menyukai orang-ornag yang berbuat dzhalim?

Ya Allah ya Tuhan kami
Jangan Engkau sesatkan hati kami
Sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan
Berilah kami rahmat dari sisi Engkau, karena sesungguhnya
Engkaulah pemberi karunia
 

Total Tayangan Halaman