Ads 468x60px

Senin, 19 April 2010

Curriculum Vitae Iblis

Sebagaimana para tokoh dan orang-orang penting yang layak diketahui riwayat hidup dan sepak terjangnya, maka sebagai musuh Allah SWT dan musuh manusia yang nyata, Iblis pun perlu kita ketahui riwayat hidupnya atau yang sering disebut curriculum vitae.

  1. Nama : Iblis
  2. Tempat Tingga : Hati orang-orang lalai
  3. Keluarga (golongan) : para Thagut
  4. Tempat Abadi : Neraka jahannam, tempat yang paling buruk
  5. Level (Kedudukan) : Pembangkang (kafir) kelas satu
  6. Negeri : Tempat-tempat yang tidak disebutkan nama Allah di dalamnya
  7. Jalan Hidup : Berkelok (Pincang)
  8. Modal : Angan-angan
  9. Tempat Berkumpul : Pasar-pasar
  10. Musuh di Perjalanan : Umat Islam
  11. Petunjuk (Rambu) : Fatamorgana
  12. Motto Dalam Bekerja : "Kemunafikan adalah puncak moral"
  13. Seragam Kerja : Semua warna seperti bunglon
  14. Istri di Dunia : Perempuan berpakaian tetapi telanjang
  15. Kekasih : Orang yang lalai mengingat Allah
  16. Yang Menakutkannya : Istighfar
  17. Tulisannya : Tatto
  18. Rumahnya : WC dan kamar mandi
  19. Sifatnya : Tidak punya pendirian
  20. Awal Kemunculannya : Ketika dia enggan sujud kepada Nabi Adam AS.
  21. Teman-temannya: Orang yang munafik
  22. Sumber Rezekinya : Harta yang haram
  23. Ruang Operasinya : Tempat-tempat najis dan maksiat
  24. Pelayanannya : Menganjurkan kemungkaran
  25. Instruksinya : Menganjurkan perbuatan keji
  26. Agamanya : Kafir
  27. Jabatan : Pemimpin umum orang Yahudi dan Nasrani
  28. Masa Jabatan : sampai Hari Kiamat
  29. Arah Perjalanan : Shirathal Mustaqim
  30. Untung Perdagangan : Sia-sia
  31. Teman Perjalanan : Setan-setan dari bangsa jin dan manusia
  32. Teman dalam Bekerja : Orang yang mendiamkan kebenaran
  33. Jenis Kendaraan : Kedustaan
  34. Hasil (yang Diperoleh) : Dosanya sendiri dan dosa pengikutnya
  35. Alat Komunikasi : Ghibah, Namimah (adu domba) dan Tajassus (memata-matai)
  36. Makanan Favorit : "Daging orang yang sudah mati" (ghibah)
  37. Orang yang Ditakuti : Orang mukmin yang takwa
  38. Orang yang Dibenci : Orang yang banyak berdzikir kepada Allah SWT
  39. Penopang : Sungguh tipu daya setan sangat lemah
  40. Perangkap : Para perempuan
  41. Hobbi : Menipu dan menyesatkan
  42. Cita-cita : Mengkafirkan seluruh manusia
  43. Akhir (perjalanan hidup) : Hari yang sudah ditentukan
  44. Pekerjaan yang disukai : Homoseks dan Lesbian
  45. Password bagi pengikutnya : "Aku" (kalimat kesombongan)
  46. Penghiburnya : Aktris dan aktor
  47. Janjinya : Kekufuran
  48. Yang membuatnya menangis : Banyak sujud


(Musdar Bustaman Tambusai. (2010). Buku Pintar Jin, Sihir & Ruqyah Syar'iyyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar)

Sabtu, 10 April 2010

Secercah Harapan

Oleh: Euis Winarni, SE

Ditengah kegalauanku sebagai guru mata pelajaran IPS Terpadu, mata pelajaran yang menanamkan kepada siswa bagaimana cara mereka harus mengenali diri dan lingkungan mereka tinggal, bagaimana mereka bersosialisasi dengan teman, orang tua, guru dan masyarakat sekitar tanpa melupakan sejarah dan bagaimana mereka seharusnya hidup di masa yang akan datang dengan kegiatan berekonomi mereka diharapkan bisa berjuang menghasilkan berupa materi untuk mempertahankan hidupnya sendiri dan keturunannya.
Aku terkadang mengalami perasaan bersalah ketika ada beberapa siswa tidak mau seperti apa yang kuharapkan. Bisa tidak aku mendidik mereka menjadi manusia yang kelak berguna di kemudian hari untuk bertanggung jawab terhadap dirinya, keluarga, serta hidupnya di tengah lingkungan masyarakat. Aku sering mengingatkan mereka bahwa hidup ini bukan semakin mudah tetapi sebaliknya semakin banyak persaingan dalam segala hal, oeh karena itu mereka harus memiliki kecakapan hidup.
Diantara tiga ratusan siswa kelas Sembilan tersebut ada yang mencoba untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka dapatkan. Salah satunya adalah seorang siswi yang membuat makanan gorengan rempeyek ( B. Sunda = géréh ) daun pepaya, dan daun bayam. Modal awalnya dari orang tuanya kemudian gorengan tersebut di jual kepada teman-temannya ( harapan ibu bisa dijual juga di koperasi siswa) dari hasil penjualannya digunakan untuk membeli bahan-bahan produksinya, uang bekal ke sekolah dan ditabung untuk melanjutkan sekolah ( ingin melanjutkan ke SMKN 1 Subang ).
Dari pengalaman siswa tersebut bisa dijadikan pembelajaran untuk kita semua, diantaranya :
1. Belajar mengenali lingkungan sekitar terutama daerah pemasarannya (market share)
2. Belajar berekonomi terutama dalam menghitung harga jual dari modal awal, biaya produksi dan laba yang diinginkan
3. Belajar berkompetisi melalui taste ( rasa ), kemasan, bentuk penyajian dan hygienitasnya.
4. Belajar berkomunikasi dalam hal promosi
5. Tidak malu, jujur dan tetap percaya diri
6. Dan yang paling pokok adalah belajar untuk menanamkan sikap “ Jiwa Wirausaha “ seperti apa yang terdapat dalam salah satu tujuan pembelajaran IPS Terpadu.
Akhirnya semoga dari pengalaman siswa tersebut bisa dijadikan inspirasi bagi kita semua bahwa jiwa wirausaha tersebut selalu ada pada setiap orang asalkan kita bisa dan mau menggali potensi yang ada pada diri kita masing-masing. Ibu berharap siswa-siswa yang lain bisa mengikuti langkahmu.
Semoga tercapai cita-citamu dan jiwa wira usahamu tambah berkembang. Terimakasih Nur Azizah, gorengan mu ueeenak tenan.
 

Total Tayangan Halaman